in

Ancaman Perang antar AS-Iran Meningkat, Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Sasaran Potensial

Pangkalan udara militer Amerika Serikat di Al Udeid, selatan Doha, Qatar, saat difoto pada 23 Oktober 2002. Al Udeid menjadi target serangan Iran pada Senin (23/6/2025) untuk membalas gempuran udara AS terhadap tiga situs nuklir utama.(AFP/RABIH MOGHRABI)
Pangkalan udara militer Amerika Serikat di Al Udeid, selatan Doha, Qatar, saat difoto pada 23 Oktober 2002. Al Udeid menjadi target serangan Iran pada Senin (23/6/2025) untuk membalas gempuran udara AS terhadap tiga situs nuklir utama.(AFP/RABIH MOGHRABI)

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, memicu kekhawatiran akan kemungkinan konflik militer terbuka di kawasan Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington “siap, bersedia, dan mampu” menyerang, sementara Teheran membalas dengan janji akan memberi “respons yang menghancurkan.”

Jika serangan AS terjadi, pembalasan Iran diperkirakan akan menyasar puluhan ribu personel militer Amerika yang tersebar di berbagai pangkalan di bawah Komando Pusat AS (CENTCOM). Juru bicara militer Iran mengingatkan, “Washington memiliki banyak pangkalan yang berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami.”

Berikut sejumlah konsentrasi utama pasukan AS di kawasan yang berpotensi menjadi target, berdasarkan data yang dirangkum AFP, Jumat (30/1/2026):

Bahrain
Menjadi tuan rumah Naval Support Activity Bahrain, markas Armada Kelima AS dan komando angkatan laut untuk kawasan Tengah. Pelabuhan laut dalamnya mampu menampung kapal induk. AS telah menggunakan pangkalan ini sejak 1948.

Irak
AS masih menempatkan pasukan di wilayah Kurdi sebagai bagian dari koalisi anti-ISIS, meski misi ini dijadwalkan berakhir September mendatang. Pasukan AS di Irak dan Suriah kerap menjadi sasaran kelompok militan pro-Iran sejak perang Gaza Oktober 2023 pecah.

Kuwait
Memiliki beberapa pangkalan seperti Camp Arifjan (markas depan Angkatan Darat AS) dan Pangkalan Udara Ali al-Salem yang menjadi pusat angkutan udara. AS juga menempatkan drone MQ-9 Reaper di negara ini.

Qatar
Pangkalan Udara Al Udeid menjadi lokasi komando depan CENTCOM, menampung pesawat tempur dan pesawat pengisian bahan bakar. Pangkalan ini pernah menjadi sasaran rudal Iran pada Juni lalu.

Suriah
AS mempertahankan pasukan sebagai bagian dari kampanye anti-ISIS. Risiko di wilayah ini tinggi, terbukti dengan tewasnya dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil dalam serangan Desember lalu yang dikaitkan dengan ISIS.

Uni Emirat Arab
Pangkalan Udara Al Dhafra menampung Sayap Ekspedisi Udara ke-380, termasuk drone MQ-9 Reaper, dan berfungsi sebagai pusat pelatihan peperangan udara.

Eskalasi retorika militer ini terjadi di tengah kerapuhan stabilitas kawasan, dengan aset-aset strategis AS di Timur Tengah berada dalam posisi rentan terhadap serangan balasan.

Written by Militer

(Foto: Instagram/@juliaprt7)

Na Daehoon Buka Suara Usai Jule Sebut Korban KDRT: “Diam Saya Justru Sakiti Keluarga dan Penggemar”

Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, saat menemui wartawan di Kantor Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Senin (11/08/2025).(KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Buntut Kasus Hogi “Kejar Jambret Jadi Tersangka”, Kapolres Sleman Kini Dinonaktifkan