in

Menhan Tegaskan Pasukan Perdamaian RI ke Gaza Dibiayai Mandiri

Pasukan TNI AD.(F-INT)
Pasukan TNI AD.(F-INT)

Jakarta – Menteri Pertanian RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa pengerahan pasukan perdamaian Indonesia ke Jalur Gaza, Palestina, akan menggunakan pembiayaan mandiri (self-funded) dari Indonesia. Pernyataan ini disampaikan menanggapi isu terkait iuran keanggotaan dalam Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Tetapi yang pasti bahwa pelibatan (pasukan perdamaian) ini adalah self-funded, di mana kita mengutamakan kemampuan yang ada untuk kita siapkan sebagai pasukan kita,” ujar Sjafrie usai rapat bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (26/1).

Sjafrie menjelaskan bahwa Kementerian Pertahanan saat ini masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Luar Negeri terkait mekanisme iuran dalam keanggotaan dewan tersebut. Dewan Perdamaian dibentuk untuk tujuan rekonstruksi Gaza, dengan Indonesia turut serta sebagai anggota.

Di sisi lain, TNI telah menyiapkan pasukan yang terdiri dari tiga Brigade Komposit, masing-masing dipimpin oleh perwira tinggi bintang tiga. Setiap brigade akan meliputi batalion kesehatan, batalion zeni (konstruksi), dan batalion bantuan mekanis.

Menhan juga memaparkan dua skenario pengiriman pasukan. “Saya kira Panglima TNI sudah mempersiapkan satu brigade dan kita akan kirim per batalion. Sebelumnya kita kirim 50 orang untuk tim edukasi,” katanya.

Opsi pertama adalah melalui mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan opsi kedua adalah di bawah naungan organisasi internasional inisiatif Donald Trump, yaitu Dewan Perdamaian. Persiapan ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung upaya perdamaian dan pemulihan di Gaza.

Written by Militer

Foto: Kapal Induk Andalan Prancis, Charles De Gaulle (Antara Foto/Ahmad Subaidi)

Greenland Makin Tegang: Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Atlantik Utara

Usai Tragedi Lula Lahfah, Influencer Dinar Candy Peringatkan Bahaya “Pod Getar” Diduga Berisi Narkotika